Heibogor.com – Peluang PSB untuk mendapatkan dana anggaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, tampaknya akan jauh dari harapan. Pasalnya hingga kini, Pemkot hanya menganggarkan dana sebesar Rp 7 miliar yang akan diberikan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk pembinaan seluruh cabang olahraga.
Untuk itu, pihak pengurus PSB diminta untuk bisa hidup mandiri dengan mencari sponsor agar mereka bisa mendanai kebutuhan menjelang Kompetisi Liga Nusantara musim 2015-2016 mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Asosiasi Cabang Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSS) Kota Bogor, Eko Prabowo.
“Ascab tentu sangat mendukung langkah manajemen sepanjang untuk kemajuan PSB. Untuk pendanaan memang kemampaun pemkot terbatas. Untuk itu, internal PSB juga harus pintar memetakan potensi yang ada di Bogor, mana saja yang bisa diajak kerja sama,” ujar Eko kepada heibogor.com, Rabu (25/03/15).
Peningkatan networking, lanjut Eko, juga penting dilakukan manajemen baru PSB. Modal sosial juga harus ditanamkan untuk menumbuhkan rasa kepercayaan, baik itu di dalam PSB, maupun antar masyarakat dengan PSB itu sendiri.
“Menurut saya, modal sosial itu penting untuk meningkatkan rasa kepercaryaan, baik itu dari pengurus ke pemain atau sebaliknya, atau masyarakat kepada PSB. Jika begitu, dengan sendirinya uang akan mengiringi langkah PSB,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) PSB, HM Idris mengaku tengah berburu sponsor untuk menutupi kekurangan dana yang tidak bisa tercover oleh guliran dana hibah dari Pemkot Bogor sehingga pembinaan pemain bisa terus berjalan dan optimal.
“Memang kondisi saat ini PSB masih kekurangan resource untuk bisa dilirik oleh sponsor. Namun, ada beberapa sponsor yang mulai tertarik,” jelasnya.